Gamat - Peregenerasi Sel Tercepat

Studi di China mengungkapkan bahwa Gamat/Teripang (Sea Cucumber) juga mengandung Saponin Glycosides.Komponen ini mempunyai suatu struktur yang serupa dengan komponen ginseng yang aktif, ganoderma, dan tumbuh-tumbuhan bumbu tonik yang terkenal. Studi China menunjukkan adanya anti kanker pada Saponin danPolisakarida yang terkandung di dalam Sea Cucumber. Studi modern ini membuktikan bahwa Sea Cucumber dapat digunakan sebagai suatu tonik dan suplemen gizi.
Dalam penelitian yang dilakukan secara modern telah membuktikan bahwa Sea Cucumber bermanfaat untuk penyakit musculoskeletal inflammatory, khususnya arthritis rematik, osteoarthritis, dan ankylosing spondylitis, penyakit rematik yang mempengaruhi tulang belakang.
Dalam penelitian medis, lektin telah ditemukan mempunyai efek therapeutic pada Human Immuno deficiency Virus (HIV). Hasil tes laboratorium yang menggunakan sel limfoid, menunjukkan bahwa lektin tumbuhan yang dikenal sebagai jacalin, secara sempurna dapat menghalangi virus HIV. Disamping kemampuannya untuk menggumpalkan sel-sel yang sangat berbahaya, lektin juga berperan sebagai indikator adanya tumor.
Khasiat Sea Cucumber telah diteliti oleh para ilmuwan di seluruh dunia. Penelitian yang dilakukan di Universitas Malaysia selama 8 tahun menunjukkan bahwa Sea Cucumber dapat melancarkan peredaran darah dalam tubuh, mencegah penyumbatan kolesterol pada pembuluh darah, melancarkan fungsi ginjal, meningkatkan kadar metabolisme, membantu arthritis, penyakit diabetes mellitus dan penyakit hipertensi serta mempercepat penyembuhan luka, baik luka luar maupun luka dalam.
Berdasarkan hasil penelitian di berbagai Universitas di seluruh dunia, ditemukan bahwa teripang sangat berkhasiat sebagai solusi yang tepat untuk mengatasi berbagai penyakit serta berguna  sebagai antiseptik tradisional.
Dari penelitian tersebut terbukti bahwa teripang/gamat memiliki kandungan “Cell Growth Factor” (faktor regenerasi sel) sehingga mampu merangsang regenerasi/pemulihan sel dan jaringan tubuh manusia yang telah rusak/sakit bahkan membusuk, sehingga menjadi sehat/pulih kembali. Contoh yang mudah misalnya pada kasus penderita diabetes melitus. Selain diminum, gamat juga dioleskan pada luka yang sudah membusuk, bahkan hampir diamputasi. Ternyata, “Cell Growth Factor” mampu bekerja dengan baik sehingga luka menjadi pulih dengan cepat.
Menurut Dr.Ir.M. Ahkam  Subroto, M.App.Sc., Periset Bioteknolog LIPI, kandungan protein tinggi pada teripang yang mencapai 82%, baik diberikan kepada penderita penyaki diabetes mellitus. Protein tinggi berperan meregenerasi sel beta pankreas yang memproduksi insulin. Hasilnya, produksi insulin meningkat. (Trubus 441, Agustus 2006, halaman 109).
Menurut ahli nutrisi Walter Kee Mun Yee, Di Pulau Langkawi, Malaysia, teripang sohor sebagai obat untuk penyakit nyeri sendi akibat asam urat. Kepada Trubus, ahli nutrisi Walter Kee Mun Yee alumnus Wisconsin University mengatakan teripang mengandung kondroitin sulfat dan glukosamin.
Kondritin sulfat berperan memulihkan penyakit sendi. Sedangkan glukosaminoglikan merupakan zat antithrombogenik pelancar peredaran darah yang menggumpal. Pada penderita penyakit asam urat, jumlah glukosamin dan kondritin sedikit.
Riset Dr Mittchell Kurk dari Pusat Revitalisasi Biomedis, New York, Amerika Serikat, menunjukkan teripang berkhasiat meningkatkan kesehatan fisik bagi 70% penderita radang sendi akibat asam urat. Ini akibat glukosamin merangsang tubuh mensekresikan cairan sinovial untuk lubrikasi persendian. Menurut dr Zen Djaja MD, dokter di Malang, Jawa Timur, satwa anggota famili Holothuriidae itu mengandung asam lemak 12-MTA alias metthyltetradecanoic acid. (Trubus, Jumat, Oktober 10, 2008 07:14:12)
Perihal teripang tokcer menurunkan kadar kolesterol dibuktikan oleh Hsi-Hsien Liu. Periset National Chung-Hsing University, Taiwan, itu meneliti efek penurunan lemak alias hipolipidemik karena senyawa glikosaminoglikan. Senyawa itu terkandung dalam teripang Metriatyla scabra. Glikosaminoglikan alias GAGs teripang mengandung asam heksosamin dan heksuronat. Percobaan selanjutnya dilakukan terhadap tikus winstar berbobot 5 g, 10 g, 15 g, dan 20 g. Tikus-tikus itu diberi 1% kolesterol selama 6 pekan sehingga total kolesterol, LDL, dan bobot hati meningkat. (Trubus, Jumat, Februari 01, 2008 15:44:25)
Khasiat gamat memang luar biasa. Kandungan hewan laut filum Echinodermata itu efektif mencegah kehadiran atau bahkan memusnahkan virus patogen. Berbagai pemeriksaan dokter itu menguatkan bukti empiris khasiat gamat menumpas penyakit virus hepatitis yang dialami Wiwiek Ady Pramesti. Pantas jika para dokter itu sepakat untuk meresepkannya. Lantunan kesembuhan para penderita penyakit hepatitis pun seakan menemukan sandaran baru, si penyembuh ajaib dari teripang. (Trubus,Edisi: Minggu, 02 Juli 2006 17:07:11)
Keampuhan teripang mengatasi penyakit jantung diduga lantaran kandungan asam docosahexanat (DHA) pada teripang. Asupan DHA-asam lemak utama pada sperma, otak, dan retina mata-tinggi dapat menurunkan trigliserida darah penyebab penyakit jantung. Itu telah dibuktikan Prof Zaiton Hassan, peneliti dari Departemen Ilmu Pangan, Universitas Putra Malaysia, Malaysia. Bersama M. A Kaswandi, dari Universitas Kebangsaan Malaysia, ia meneliti kandungan asam lemak teripang Stichopus chloronotus. Hasilnya: kandungan DHA teripang relatif tinggi, yaitu 3,69%. (Trubus, Edisi: Minggu, 02 Juli 2006 17:12:52).
Bagaimana teripang membantu proses penyembuhan itu? Di Universitas Kebangsaan Malaysia, Prof. Ridzwan Hashim menemukan bukti sahih, teripang Holothuria atra, H. scabra, dan Bohadshia argus berefek antibakteri. Bakteri Streptococcus faecalis penyebab pembengkakan lapisan dalam jantung, S. varidasns perusak katup jantung, S. pneumoniae penyebab radang paru-paru dan sinusitis akut, Staphyloccus aureus penyebab meningitis, dan Proteus mirabilis penginfeksi luka, ampuh dibasmi teripang dengan kata lain teripang merupakan solusi terbaik untuk mengatasi penyakit radang paru-paru ,sinusitis akut dan jantung koroner.
Aman dan Halal Dikonsumsi
  • Produk ini juga aman dikonsumsi (termasuk untuk anak-anak). Selain alami, juga telah mendapatkan:
  • Sertifikat HALAL dari Malaysia: JAKIM (22.00)/492/2/1 010-10/2004.
  • Rekomendasi (Sertifikat) Badan POM RI ML 234201001307.
  • Rekomendasi dari Agri-Food & Veterinary Authority of Singapore (AVA) tanggal 11 Oktober 2003 (Semacam Departemen Kesehatan-nya Pemerintah Singapura).
Pengakuan Dunia
  • US FDA menggolongkan Tripang emas sebagai FOOD GRADE
  • Di Australia, sudah dikembangkan untuk membantu pengobatan AIDS & HIV.
  • Di Melbourne, digunakan sebagai sumber protein yang unik.
  • Di Malaysia dan Thailand digunakan sebagai antiseptik dan pengobatan tradisional secara turun menurun.
  • Di Australia & Amerika, ekstrak Sea Cucumber bermanfaat sebagai obat untuk para atlet, juga suplemen untuk: Sakit sendi, reumatik, osteo-arthritis.
  • Di Asia (Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Brunei) Sea Cucumber lebih dari 500 tahun yang lalu telah digunakan untuk tonik dan pengobatan tradisional.Di China, Jepang, dan Korea, Sea Cucumber digunakan sebagai makanan dan hidangan para bangsawan.
[ Read More ]

Spirulina - Herbal Detoksifikasi Terkuat


Sebuah studi pada 2007 menemukan bahwa 36 relawan mengambil 4,5 gram spirulina per hari, selama periode enam minggu, menunjukkan perubahan signifikan dalam kolesterol dan tekanan darah:

SPIRULINA telah terbukti berkhasiat untuk meningkatkan berat badan dan menyembuhkan anemia pada anak-anak kurang gizi yang terinfeksi HIV maupun yang tidak terinfeksi HIV karena kualitas nutrisi yang sangat baik. Spirulina efektif bagi perbaikan klinis melanosis dan keratosis akibat keracunan arsen yang kronis.
riset spirulina
Sebuah studi di 2005 menemukan bahwa spirulina melindungi dari demam. Sebuah studi yang lebih baru, dengan metode double-blind yang dikontrol dengan placebo pada tahun 2008 melibatkan 150 pasien rinitis alergi, menemukan bahwa Spirulina Platensis secara signifikan mengurangi sekresi Pro-inflamasi interleukin-4 sebanyak 32 %, dan pasien mengalami gejala relief. Selain itu, Spirulina ditemukan dapat mengurangi peradangan dalamartritis pada pasien geriatri dengan merangsang sekresi interleukin-2, yang membantu dalam mengatur respon peradangan.
  1. Menurunkan kolesterol total
  2. Meningkatkan kolesterol HDL
  3. Menurunkan trigliserida
  4. Menurunkan sistolik dan diastolik tekanan darah.
Penelitian ini, bagaimanapun, tidak berisi kelompok kontrol; peneliti tidak yakin bahwa perubahan yang diamati adalah karena benar-benar, atau bahkan sebagian, dengan efek dari maxima Spirulina, sebagai lawan lain pengganggu variabel (yaitu, efek sejarah, efek pematangan atau karakteristik permintaan). Secara acak, studidouble-blind dengan intervnsi placebo yang melibatkan pasien geriatri menyimpulkan bahwa spirulina secara signifikan membantu mengurangi rasio LDL -ke- HDL setelah empat bulan suplementasi.
Sebuah studi pada 2007 menyimpulkan bahwa spirulina meningkatkan antioksidan potensial pada banyak pasien geriatri yang diberikan selama 16 minggu. Plasma pasien ini menunjukkan peningkatan level status antioksidan total. Sebuah riset double-blind dengan kontrol placebo pada tahun 2006 menemukan bahwa suplemen spirulinamenurunkan jumlah creatine kinase (indikator kerusakan otot) pada individu setelah latihan (olah raga). Selanjutnya, waktu untuk kelelahan dari kelompok eksperimen selama latihan treadmill meningkat sebesar 52 detik. Efek ini diduga disebabkan oleh antioksidan potensial spirulina.
Lihat hasil penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2010: Maria Kalafati; Athanasios Z. Jamurtas; Michalis G. Nikolaidis; Vassilis Paschalis; Anastasios A. Theodorou; Giorgos K. Sakellariou; Yiannis Koutedakis; Dimitris Kouretas, Ergogenic and Antioxidant Effects of Spirulina Supplementation in Humans, Medicine and Science in Sports and Exercise®. 2010;42(1):142-151, menyimpulkan efek positif terjadi, walaupun mekanisme itu tidak dipahami dengan baik.
Tidak ada efek samping yang diketahui dari mengkonsumsi spirulina, namun tubuh dapat bereaksi dengan gejala demam, pusing, mual, ruam atau gatal-gatal.
Konferensi Pangan Dunia PBB pada tahun 1974 memuji spirulina sebagai “MAKANAN TERBAIK UNTUK MASA DEPAN”. Menyadari potensi yang melekat spirulina dalam agenda pembangunan berkelanjutan, beberapa Negara Anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa bersama-sama membentuk sebuah organisasi antar pemerintah yang bernama Intergovernmental Institution for the use of Micro-algae Spirulina Against Malnutrition (IIMSAM). IIMSAM bercita-cita membangun sebuah konsensus dengan Negara-Negara Anggota PBB, komunitas internasional dan pemangku kepentingan lain untuk membuat spirulina sebagai pendorong utama untuk memberantas gizi buruk, mencapai keamanan pangan dan jembatan kesenjangan kesehatan di seluruh dunia.
Spirulina telah diusulkan oleh NASA (CELSS) dan Badan Antariksa Eropa (MELISSA) sebagai salah satu makanan utama yang akan dibudidayakan selama misi ruang angkasa dalam masa yang panjang.
KANDUNGAN NUTRISI
Protein
Spirulina megandung protein dengan jumlah yang luar biasa tinggi, antara 55% dan 77% dari berat kering, tergantung pada sumbernya. Ini adalah protein lengkap, mengandung semua asam amino esensial , meskipun jumlah metionin, sistein, dan lisin yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan protein daging, telur dan susu. Namun demikian, jauh lebih unggul dibandingkan dengan tanaman khas protein, seperti yang kacang-kacangan.
Asam lemak esensial
Spirulina kaya asam gamma-linolenat (GLA), dan juga asam alfa-linolenat (ALA), asam linoleat (LA), asam stearidonic (SDA), asam eicosapentaenoic (EPA), asam docosahexaenoic (DHA), dan asam arakhidonat (AA).
Vitamin
Spirulina mengandung vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (nicotinamide), B6 (pyridoxine), B9 (asam folat), vitamin C, vitamin D, vitamin A, dan vitamin E.
Mineral
Spirulina kaya akan kalium, dan juga mengandung kalsium, kromium, tembaga, besi, magnesium, mangan, fosfor, selenium, natrium, dan seng.
Pigmen Fotosintesis
Spirulina mengandung banyak pigmen, termasuk klorofil-a, xantofil, beta-karoten, echinenone, myxoxanthophyll, zeaxanthin, canthaxanthin, diatoxanthin, 3′-hydroxyechinenone , -cryptoxanthin beta dan oscillaxanthin, ditambah phycobiliproteins c-phycocyanin dan allophycocyanin.
[ Read More ]

Propolis - Antibiotik Alami, Teruji dan Terbukti

Seiring dengan tren pemanfaatan propolis, para periset menguji ilmiah lem lebah itu. Dra Mulyati Sarto MSi, peneliti di Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, membuktikan bahwa propolis sangat aman dikonsumsi. Dalam uji praklinis, Mulyati membuktikan LD50 propolis mencapai lebih dari 10.000 mg. LD50 adalah lethal dosage alias dosis yang mematikan separuh hewan percobaan.
Jika dikonversi, dosis itu setara 7 ons sekali konsumsi untuk manusia berbobot 70 kg. Faktanya, dosis konsumsi propolis di masyarakat amat rendah, hanya 1—2 tetes dalam segelas air minum. Dosis penggunaan lain pun hanya 1 sendok makan dilarutkan dalam 50 ml air.
“Tingkat toksisitas propolis sangat rendah, jika tak boleh dibilang tidak toksik,” kata Mulyati. Bagaimana efek konsumsi dalam jangka panjang? Master Biologi alumnus Universitas Gadjah Mada itu juga menguji toksisitas subkronik. Hasilnya konsumsi propolis dalam jangka panjang tak menimbulkan kerusakan pada darah, organ hati, dan ginjal. Dua uji ilmiah itu—toksisitas akut dan toksisitas subkronik—membuktikan bahan suplemen purba itu sangat aman dikonsumsi.
Propolis itu pula yang dikonsumsi Evie Sri, kepala Sekolah Dasar Negeri Kertajaya 4 Surabaya, untuk mengatasi kanker payudara stadium IV. Evie akhirnya sembuh dari penyakit mematikan itu. Kesembuhannya selaras dengan riset Prof Dr Mustofa MKes, peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, yang meriset in vitro propolis sebagai antikanker. Sang guru besar menggunakan sel HeLa dan Siha—keduanya sel kanker serviks—serta T47D dan MCF7 (sel kanker payudara).
Selain itu ia juga menguji in vitro pada mencit  yang diinduksi 20 mg dimethilbenz(a)anthracene (DMBA), senyawa karsinogenik pemicu sel kanker. Frekuensi pemberian 2 kali sepekan selama 5 minggu. Hasil riset menunjukkan propolis mempunyai efek sitotoksik pada sel kanker. Nilai IC50 pada uji in vitro mencapai 20—41 µg/ml. IC50 adalah inhibition consentration alias konsentrasi penghambatan propolis terhadap sel kanker.
Untuk menghambat separuh sel uji coba, hanya perlu 20—41 µg/ml. Angka itu setara 0,02—0,041 ppm. Bandingkan dengan tokoferol yang paling top sebagai antioksidan. Nilai IC50 tokoferol cuma 4—8 ppm. Artinya ntuk menghambat radikal bebas dengan propolis perlu lebih sedikit dosis ketimbang tokoferol. Dengan kata lain nilai antioksidan propolis jauh lebih besar daripada tokoferol.
Pada uji in vitro, propolis berefek antiproliferasi. Proliferasi adalah pertumbuhan sel kanker yang tak terkendali sehingga berhasil membentuk kelompok. Dari kelompok itu muncul sel yang lepas dari induknya dan hidup mandiri dengan “merantau” ke jaringan lain. Antiproliferasi berarti propolis mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.
“Terjadi penurunan volume dan jumlah nodul kanker pada tikus yang diberi 0,3 ml dan 1,2 ml propolis,” ujar dr Woro Rukmi Pratiwi MKes, SpPD, anggota tim riset. Dalam penelitian itu belum diketahui senyawa aktif dalam propolis yang bersifat antikanker. Namun, menurut dr Ivan Hoesada di Semarang, Jawa Tengah, senyawa yang bersifat antikanker adalah asam caffeat fenetil ester.
khasiat propolis
Manfaat Propolis Bagi Kesehatan

Banyak bukti empiris yang menunjukkan penderita-penderita penyakit maut sembuh setelah konsumsi propolis. ‘Penyakitnya berat yang dokter spesialis sudah pasrah,’ kata dr Ivan. Sekadar menyebut beberapa contoh adalah Siti Latifah yang mengidap stroke, Wiwik Sudarwati (gagal ginja), dan Rohaya (diabetes mellitus). Menurut dr Hafuan Lutfie MBA mekanisme kerja propolis sangat terpadu. Dalam menghadapi sel kanker, misalnya, propolis bersifat antiinflamasi alias antiperadangan dan anastesi atau mengurangi rasa sakit.
Yang lebih penting propolis menstimuli daya tahan tubuh. ‘Tubuh diberdayakan agar imunitas bekerja sehingga mampu memerangi penyakit,’ kata Lutfie, dokter alumnus Universitas Sriwjaya. Kemampuan propolis meningkatkan daya tahan tubuh disebut imunomodulator. Dr dr Eko Budi Koendhori MKes dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga membuktikan peningkatan kekebalan tubuh tikus yang diberi propolis. Biasanya infeksi Mycobacterium tuberculosis – bakteri penyebab tuberkulosis (TB) – menurunkan kekebalan tubuh dengan indikasi anjloknya interferon gamma dan meningkatkan interleukin 10 dan TGF. Interferon gamma adalah senyawa yang diproduksi oleh sel imun atau sel T yang mengaktifkan sel makrofag untuk membunuh kuman TB. Interleukin dan TGF merupakan senyawa penghambat interferon gamma.
Doktor ahli tuberkulosis itu membuktikan interferon gamma tikus yang diberi propolis cenderung meningkat hingga pekan ke-12. Sebaliknya interleukin 10 justru tak menunjukkan perbedaan bermakna. ‘Pemberian propolis pada mencit yang terinfeksi TB mampu mengurangi kerusakan pada paru-paru dengan cara meningkatkan sistem imun tubuh,’ kata dr Eko.
Dengan kelebihan itu pantas bila permintaan propolis cenderung meningkat. Cahya Yudi Widianto pada Mei 2009 baru memasarkan 300 botol masing-masing berisi 250 ml; kini mencapai 500 botol. Malaysia minta rutin 250 botol per bulan. Hendra Wijaya yang mengelola gerai Melianature Indonesia di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mampu menjual 50 paket per hari. Sebuah paket terdiri atas 7 botol masing-masing bervolume 6 ml seharga Rp550.000 atau total omzet Rp2.750.000 sehari.
Marta Irawati dari Ratu Nusantara enggan membeberkan volume penjualan propolis. ‘Peningkatan volume penjualan mencapai 20% per tahun,’ kata Marta. Kondisi itulah yang mendorong Jeanny Komar, peternak lebah di Sukabumi, Jawa Barat, pada Januari 2010 mulai memanfaatkan propolis. Ia mengelola 1.000 koloni. Komoditas yang selama ini ia biarkan ternyata berkhasiat obat. ‘Obat dari yang menciptakan manusia jauh lebih bagus daripada obat bikinan manusia,’ kata dr Lutfie.
HIV/AIDS
Siapa tak merinding mendengar kata AIDS – menurunnya sistem kekebalan tubuh akibat infeksi human immunodeficiency virus HIV yang memicu munculnya beragam penyakit? Menurut data World Health Organization (WHO), sekitar 2-juta penduduk dunia meninggal akibat AIDS sepanjang 2008. Jumlah itu mungkin turun jika para pengidap AIDS mengenal propolis.
Propolis memang belum dibuktikan secara klinis bisa mengatasi HIV. Namun, berdasar riset in vitro – di laboratorium – yang dilakukan para peneliti dari University of Minnesota, Minneapolis, Amerika Serikat, propolis berpotensi meningkatkan kekebalan tubuh para penderita HIV/AIDS.
Tim peneliti menduga zat antiviral yang terkandung dalam propolis menghambat masuknya virus ke dalam CD4+ limfosit.
Propolis dosis 66,6 µg/ml dalam kultur sel CD4+ – sel T dalam sistem kekebalan yang memiliki reseptor CD4 mampu menghambat ekspresi virus HIV maksimal 85%. Lazimnya pada penderita HIV/AIDS, virus mematikan itu menginfeksi sel bereseptor CD4 dan merusaknya. Makanya, jumlah sel ber-CD4 pada penderita HIV/AIDS turun jauh di bawah angka normal. Pada orang sehat, jumlahnya sekitar 500 – 1.500/mm3 darah.
Penyakit Berat
Berdasarkan riset di luar maupun dalam negeri, propolis memang terbukti ampuh melawan beberapa penyakit berat.
Dr dr Eko Budi Koendhori Mkes, dari Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), misalnya, membuktikan lem lebah itu membantu menekan kerusakan jaringan paru pada mencit yang diinfeksi Mycobacterium tuberculosis – bakteri penyebab penyakit tuberculosis (TBC).
Dari 100 mencit yang diinfeksi M. tuberculosis, tikus yang diberi kombinasi Isoniasid – obat antituberculosis – 25 mg/kg bobot badan dan propolis menunjukkan peningkatan kadar interferon γ . Interferon γ berperan mengaktifkan sel makrofag yang membunuh bakteri TBC.
Mencit yang hanya diberi Isoniasid mengalami peningkatan kerusakan paru dari minggu ke-5 hingga ke-12. Sementara kondisi paru mencit yang diberi Isoniasid dan propolis dosis 800 mg pada minggu ke-12 sama seperti pada minggu ke-5.
Propolis berperan meningkatkan kekebalan penderita sehingga kerusakan jaringan dapat ditekan. Obat standar bekerja secara langsung menyerang bakteri TBC. Nah, kombinasi obat dan propolis mematikan bakteri TBC sekaligus mengurangi kerusakan paru-paru akibat serangan bakteri.
‘Propolis sangat bagus untuk meningkatkan sistem imun. Selain itu saya duga memiliki kemampuan antikanker,’ tutur Eko.
Kanker
ApoptosisDugaan Eko tidak meleset. Berdasar riset yang dilakukan di laboratorium Pengujian dan Penelitian Terpadu (LPT) UGM, produk propolis yang diteliti dapat menghambat sel kanker HeLa (sel kanker serviks), Siha (sel kanker uterus), serta T47D dan MCF7 (sel kanker payudara) dengan nilai IC50 berkisar 20 – 41 µg/ml. Artinya, propolis dosis 20 – 41 µg/ml dapat menghambat aktivitas 50% sel kanker dalam kultur.
Itu sejalan dengan penelitian dr Woro Pratiwi MKes SpPD, dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM). Propolis yang diberikan selama 1 bulan memiliki efek antikanker dalam organisme hidup. Itu ditunjukkan dengan menurunnya jumlah nodul atau tonjolan tumor dan menurunnya aktivitas proliferasi – penggandaan – sel tumor kelenjar payudara pada mencit. Namun, efeknya masih lebih rendah dibanding pada mencit yang diberi obat kanker standar, doksorubisin. ‘Sehingga, perlu dikaji penggunaan propolis dengan obat antikanker terstandar untuk memberikan efek terapi optimal dan efek samping minimal,’ ujar Woro.
Polifenol dan flavonoid, sebagian senyawa yang terkandung dalam propolis, kemungkinan berperan menghambat proliferasi sel kanker. Menurut Dr Edy Meiyanto dari Fakultas Farmasi UGM, flavonoid biasanya mempunyai struktur khas yang mampu menghambat protein kinase yang digunakan untuk proliferasi sel. Jika protein kinase ini dihambat, proses fisiologi sel pun terhambat sehingga sel melakukan apoptosis alias membuat program bunuh diri.
‘Senyawa golongan flavonoid dan polifenol yang ada dalam propolis juga memiliki efek antioksidan dan antitrombositopenia,’ kata Prof Dr Mustofa MKes Apt dari Bagian Farmakologi & Toksikologi FK UGM.
Penelitian tim FK UGM menunjukkan sediaan propolis yang diuji mampu mencegah penurunan trombosit pada mencit yang diinfeksi Plasmodium berghei – salah satu parasit penyebab malaria pada mamalia selain manusia. Dosis optimal 5 ml/kg bobot badan juga mampu meningkatkan jumlah eritrosit hingga 37% setelah 8 hari pemberian.
Aman
Khasiat lain propolis yang sudah dibuktikan lewat riset yaitu efek antimikrobanya. Uji yang dilakukan Eko pada 2007 menunjukkan propolis mampu membunuh 26 isolat bakteri Staphylococcus aureus penyebab infeksi pada kulit dan saluran pernapasan serta Escherichia coli penginfeksi saluran pencernaan. Propolis dosis 10% dan 20% mampu membunuh seluruh sampel kedua jenis bakteri.
Penelitian serupa oleh Dr Jessie Pamudji di Sekolah Farmasi, Institut Teknologi Bandung membuktikan efek antibakteri propolis terhadap S. aureus dan Propionibacterium acnes – biang jerawat. ‘Itu karena propolis mengandung senyawa yang bersifat antimikroba yaitu flavon pinocembrin, flavonol galangin, dan asam kafeat,’ ujar Jessie.
Yang terpenting, riset membuktikan propolis aman meski dikonsumsi dalam jangka panjang. Menurut Dra Mulyati Sarto, MSi dari LPT UGM, toksisitas propolis sangat rendah. ‘Mencit yang diberi propolis tiap hari selama 1 bulan dengan dosis normal, fungsi dan kondisi organ tubuhnya tetap bagus, tidak bermasalah,’ ujarnya.
Dosis normal yang dimaksud setara 1 sendok makan propolis dilarutkan dalam 50 ml air untuk konsumsi manusia. Propolis baru menyebabkan kematian separuh jumlah hewan uji ada dosis di atas 10.000 mg/kg bobot badan. Jika dikonversikan ke orang berbobot 60 kg, dosis itu setara konsumsi 0,6 kg propolis setiap hari. Artinya, keampuhan dan keamanan propolis telah terbukti.
Sumber : Majalah Trubus & beberapa literatur
[ Read More ]

Habbatus Sauda, Antibiotik Alami Warisan Thibbun Nabawi

Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh
Penelitian yang lebih dari satu dekade lalu menyimpulkan bahwa jika Habbatus sauda’ digunakan sebagai bahan dasar, maka dapat memberikan pengaruh penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh, terutama bagi pasien yang mengalami gangguan pada sistem kekebalan tubuhnya. Efek antibiotic dan antivirus yang terkandung dalam Habbatus sauda’ telah lama digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati demam akibat infeksi virus. Habbatus Sauda mampu melawan penyakit secara alami sehingga efek samping apabila menggunakan obat-obatan sintetis dapat dihindari.
Pada tahun 1986, Drs. El-Kadi dan Kandil memimpin sebuah studi dengan beberapa relawan untuk menguji efektifitas Habbatus Sauda sebagai peningkat sistem kekebalan tubuh alamiah. Kelompok relawan pertama mengkonsumsi kapsul Habbatus Sauda (2x sehari 1 gram) selama empat minggu dan kelompok kedua tidak mengonsumsi kapsul Habbatus Sauda (mengkonsumsi placebo) dan berfungsi sebagai kelompok pengontrol.
Sebelum dan sesudah pemakaian selama empat minggu, para relawan itu dihitung jumlah limpositnya. Setelah empat minggu, relawan yang mengkonsumsi Habbatus Sauda mengalami peningkatan 72% dalam menekan rasio T-cell, yang berfungsi sebagai pembunuh sel secara alamiah. Kelompok yang mengkonsumsi placebo hanya meningkat 7%. Mereka melaporkan “Mungkin penemuan ini termasuk salah satu penemuan besar karena Habbatus Sauda ternyata mempunyai peranan penting dalam penyembuhan kanker, AIDS, dan penyakit lainnya yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh.” Hasil ini diperkuat dengan studi yang dipublikasikan dalam Saudi Pharmaceutical Journal Tahun 1993 oleh Dr. Basil Ali dan rekan-rekannya dari College of Medicine, King Faisal University.
Pada bidang penelitian AIDS, tes dilakukan oleh Dr. Haq pada relawan di Departemen Biologi dan Pusat Penelitian Medisa di Riyadh, Saudi Arabia (1997) menunjukkan bahwa Habbatus Sauda meningkatkan rasio antara T-cell positif dan negative menjadi 55% dengan 30% aktivitas pembunuh sel alamiah.
Habbatus Sauda adalah cara pengobatan yang sudah teruji untuk berbagai macam penyakit, tanpa efek samping. Seperti kita ketahui sistem kekebalan melindungi tubuh dari bakteri, virus, jamur dan organisme-organisme berbahaya lainnya. Bakteri, virus, jamur dan organisme-organisme tersebut masuk ke dalam tubuh melalui selaput lendir.
Racun pada makanan, lingkungan dan sistem dapat menyebabkan penurunan aktivitas kekebalan tubuh. Jika fungsi kekebalan melemah, maka tubuh tidak bisa menghindari infeksi dan serangan penyakit. Habbatus Sauda membantu dalam poses penyembuhan karena memiliki peranan yang penting dalam menguatkan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Kemampuan Habbatus Sauda dalam mengobati penyakit adalah sungguh nyata. Tanaman Habbatus Sauda mampu menstabilkan dan menguatkan sistem kekebalan tubuh. Setiap hari tubuh kita diserang oleh berbagai macam mikroorganisme dan bibit penyakit (pathogen), terutama dari jenis bakteri, virus, dan jamur.
Secara normal, kita tidak perlu khawatir dengan hal tersebut karena kita memiliki mekanisme pertahanan tubuh yang berfungsi secara efisien. Sistem kekebalan tubuh yang sehat bereaksi untuk melawan serangan dari luar. Tetapi jika pertahanan tubuh kita tidak berfungsi dengan baik dalam jangka waktu yang lama, maka akan membuat bibit penyakit memiliki kesempatan untuk menyerang tubuh kita. Bibit-bibit penyakit yang menemukan basis pertahanan yang cocok, dapat menimbulkan resiko infeksi dan penyakit lainnya.
Melemahnya sistem kekebalan dapat timbul akibat tekanan psikologi yang keras atau stress yang berkelanjutan. Sedikitnya frekuensi olah raga, diet yang tidak seimbang, obat-obatan, alkohol, rokok, radiasi, dan polusi, juga menjadi salah satu bagian yang menyebabkan melemahnya sistem kekebalan. Sistem kekebalan tubuh yang lemah dapat mengakibatkan:
  • Mudah terjangkit infeksi
  • Kudis dan iritasi berat pada kulit seperti neurodermatitis
  • Timbulnya masalah pada pencernaan, diare, berkurangnya berat badan secara signifikan
  • Penyembuhan secara berulang-ulang dan rasa sakit yang tidak terdeteksi
Hal yang harus diperhatikan bahwa Habbatus Sauda ini harus dijadikan sebagai bagian dari pendekatan menyeluruh untuk kesehatan dan idealnya harus dijadikan sebagai gaya hidup setiap hari. Dengan cara ini, banyak nutrisi dan kepentingan penyembuhan yang terkandung pada biji Habbatus Sauda dapat membantu sistem kekebalan tubuh, menyuplainya dengan sumber daya yang optimum yang dibutuhkan untuk mencegah untuk melawan penyakit.
Anti-Histamin
Histamin adalah substansi yang dilepaskan oleh jaringan tubuh yang kadang menimbulkan reaksi alergi dan berhubungan dengan asma bronchitis.
Pada tahun 1960, ilmuwan Badr-El-Din dan Mahfouz menemukan bahwa dimmer dithymoquinone diisolasi dari minyak volatile Habbatus Sauda, dengan nama “Nigellone” dan dipakai melalui mulut untuk beberapa pasien yang menderita asma bronchitis, yang ternyata mengurangi gejala pada sebagian besar pasien. Hasil penelitian selanjutnya, crystalline nigellone diberikan pada anak-anak dan orang dewasa dalam penyembuhan asma bronchitis dengan hasil yang efektif dan tanpa efek samping, seperti keracunan. Setelah diteliti, bagaimanapun juga, meskipun efektif, crystalline nigellone menunjukkan reaksi penghambatan.
Pada tahun 1993, Nirmal Chakravarty,M.D., memimpin sebuah studi untuk mengetahui apakah penghambatan ini merupakan pengaruh dari penemuan bahwa mekanisme sistem dibalik efek supresi dari crystalline nigellone pada histamine adalah bahwa crystalline nigellone memiliki protein kinase C, substansi yang dikenal dengan pemicu untuk melepaskan histamine.
Sebagai tambahan, studinya menunjukkan crystalline nigellone sebagai penghambat pada histamine. Hipotesanya ternyata benar. Studi Dr Chakravarty’s bahwa crystalline nigellone menurunkan pelepasan kalsium pada sel-sel penyangga yang juga melepas histamine. Manfaat hasil tersebut adalah bagi mereka yang menderita asma bronchitis dan penyakit alergi lainnya dapat memanfaatkan crystalline nigellone.
Anti-Tumor
Studi tentang potensi Habbatus Sauda terhadap anti tumor dilakukan oleh pusat penelitian Amala Research Center di Amala Nagar, Karala (India) pada Tahun 1991 mengacu pada pendapat Dr. Chakravarty untuk memanfaatkan Habbatus Sauda dalam pengobatan kanker.
Hasil dari suatu penelitian mengungkapkan bahwa Habbatus Sauda menstimulasi sumsum tulang dan kekebalan sel serta produksi interferon, melindungi tubuh dari serangan virus, menghancurkan sel tumor, dan menghalangi adanya infeksi. Penelitian ini juga menyatakan bahwa minyak yang terkandung dalam Habbatus Sauda mempunyai sifat antibiotic, dan dari tes laboraturium mengindikasikan bahwa Habbatus Sauda dapat dipercaya sanggup melawan sel kanker.
Minyak dalam Habbatus Sauda mengandung zat yang tepat untuk pengobatan kanker serta pencegahannya. Peneliti menemukan bahwa sistem kekebalan yang sehat dapat mengenali sel tumor sebelum membahayakan sel lain dan merusaknya. Habbatus Sauda membantu mengontrol tumor dengan banyak cara, yaitu :
  • Menstimulasi produksi sel sumsum tulang
  • Meningkatkan produksi sel imun/kekebalan
  • Meningkatkan produksi interferon
  • Sel tubuh mempunyai perlindungan yang lebih baik dalam melawan pengaruh hal-hal yang membahayakan
Sel tumor dihancurkan menggunakan asam lemak derivan Habbatus Sauda, studi dengan menggunakan tikus Swiss albino menunjukkan bahwa sistem aktif ini menghambat perkembangan jumlah sel kanker yang disebut dengan Ahrlich ascites carcinoma (EAC). Tipe sel kanker umum yang kedua, yang juga dipakai adalah Dalton’s lymphoma ascites (DLA).
Tikus yang mendapatkan sel EAC dan Habbatus Sauda menunjukkan keadaan yang normal tanpa adanya tumor, menunjukkan bahwa secara aktif 100% mencegah perkembangan tumor EAC.
Hasil pada tikus yang menerima sel DLA dan Habbatus Sauda menunjukkan bahwa sistem aktifnya telah menghambat perkembangan tumor hingga 50% lebih baik daripada tikus yang tidak mendapat sistem aktif tersebut.
Studi tersebut menyimpulkan, “Itu adalah bukti sistem aktif tersebut mengisolasi dari Habbatus Sauda sebagai penghambat anti-tumor, dan rantai panjang konstituen asam lemak mungkin sebagai komponen aktifnya.
Anti-Bakteri
Pada Tahun 1989, dibuat laporan dalam Pakistan Journal of Pharmacy tentang manfaat anti-jamur dari minyak volatile dari Habbatus Sauda. Pada Tahun 1992, para peneliti di Departemen Farmasi University of Dhaka, Bangladesh, memimpin sebuah studi aktivitas anti bakteri minyak volatile Habbatus Sauda dengan lima macam histamine : ampicillin, tetracycline, cotrimoxazole, gentamicin, dan Asam Nalidixic.
Minyak Habbatus Sauda terbukti paling efektif melawan bakteri, termasuk bakteri yang dikenal sangat kuat daya tahannya terhadap obat-obatan, seperti V.cholera, E.coli (bakteri yang biasa ditemukan pada daging yang tidak terlalu matang), dan Shigella spp, kecuali Shigella dysentriae. Kebanyakan keluarga Shigella menunjukkan pertumbuhan daya tahan yang cepat terhadap histamin yang biasa dipakai bahkan dengan menggunakan kemoterapi.
Secara singkat hasil penelitian-penelitian tersebut menyatakan, ada hal yang menarik bahwa Habbatus Sauda juga sering dipakai untuk mengobati gangguan sistem pencernaan. Secara tradisional, Habbatus Sauda masih digunakan untuk mengobati diare dan muntah-muntah, juga perut mulas, dan juga mengatasi keluhan dalam pemakaian obat pencahar (seperti:beberapa obat pencahar, buah-buahan, seperti Aprikot terlalu banyak)
Obat Luka Radang
Diawal tahun 1960, Professor El-Dakhakny melaporkan bahwa minyak Habbatus Sauda memiliki kemampuan meredakan radang dan sangat berguna untuk mengobati radang sendi.
Pada tahun 1995, sekelompok ilmuwan di Pharmacology Research laboratories, Department of Pharmacy, Kings College, lond, memutuskan untuk melakukan sebuah tes efektivitas minyak Habbatus Sauda dan derivannya thymoquinone. Studi mereka menyarankan bahwa sistem dalam minyak turut serta dalam meningkatkan reaksi meredakan radang dalam sel.
Para ilmuwan berspekulasi bahwa asam lemak tak jenuh yang terkandung dalam Habbatus Saudalah yang mungkin meningkatkan efektivitas minyak tersebut. Pada Tahun 1997, banyak studi dilakukan di Microbiological unit of the Research Center, College of Pharmacy, King saud University, Riyadh, Saudi Arabia, dan menemukan bahwa dalam bentuk salep, efektivitas Habbatus Sauda tidak menimbulkan alergi.
Meningkatkan Produksi Susu pada Ibu Menyusui
Sebuah studi yang dilakukan oleh Agarwhal (1979) menunjukkan bahwa Minyak Habbatus Sauda meningkatkan kadar susu bagi ibu menyusui. Sumber literature dari University of Protchefstroom (1989), termasuk abstraksi biologi, yang berhubungan dengan kemampuan Habbatus Sauda dalam meningkatkan air susu bagi ibu yang menyusui dapat ditunjukkan dengan kombinasi lipid portion dan struktur histamin dalam Habbatus Sauda.
[ Read More ]